Thursday, October 05, 2006

HOT WEEK NEWS !!!


Daftar postingan terbaru dalam minggu ini :

1. 2010 Pemprop kekurangan SDM

Wednesday, September 27, 2006

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadlan 1427 H


Mata kadang salah melihat
Mulut kadang salah berucap
Hati kadang salah menduga
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada.............
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
Semoga Alloh SWT senantiasa bersama kita. Amin.

Monday, August 21, 2006

FIELDTRIP S2 PSDM di Singapura


Wah..... baru pertama kali menikmati indahnya kota Singapura. Kota Multi kultur yang penuh dengan keindahan. banyak hal yang dapat kita dapat di sini selain rekreasi dan belanjaan yang memang 'surganya' bagi visitor. mulai dari klenik hingga barang-barang super mewah yang hanya bisa didapet dengan kerja sebagai PNS 5 tahun mungkin......
tapi yang fokus disini adalah proses learning transfer bagi mahasiswa S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Unair untuk menimba pengalaman dan pengetahuan tentang Public Service Management, yang setelah kembali diharapkan dapat memperoleh nilai tambah positif bagi perkembangan pelayanan publik dan manajemen sumber daya manusia di Jawa Timur.

Wednesday, August 09, 2006

The Colours of Indonesian Independence's Day 2006

Dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 61, di mana-mana mulai dari ibukota propinsi sampai dengan di daerah pedesaan terlihat warna warni gemerlap lampu dan umbul-umbul sebagai tanda suka cita segenap warga negara menyambut perayaan 17 agustus
Suasana Kantor Gubernur Jawa Timur di waktu malam menjelang 17 Agustus 2006, penuh warna dan gemerlap

Sudah saatnya kita meninjau kembali formulasi Peringatan Hari Kemerdekaan, termasuk juga hari-hari bersejarah lainnya, mencari yang lebih esensial dan bukan sekadar mengedepankan sensasinya. Dan yang lebih penting lagi, bagaimana kita menanamkan rasa kebangsaan, rasa bangga menjadi warga bangsa Indonesia, dan rasa cinta tanah-air kepada generasi muda. Maka, apakah kita masih memilih dan meyakini kemujaraban: lomba makan kerupuk? Ataukah membangun ACI (Aku Cinta Indonesia) dan ABI (Aku Bangga Indonesia) sebagai Nation dan Character building ....................Merdeka!*


Wednesday, August 02, 2006

Warna Warni Pilkadal !!!

Pilkada dilihat dari tinjauan yang pesimistik
Pilkada akan membawa Indonesia dalam kehancuran ? Pemilih adalah orang cerdas yang berpikir buat apa buang-buang waktu untuk ikut kampanye atau memilih jika kehidupan ekonominya lebih sulit ( data empirik : tingkat pencoblosan 50% - 70% dari angka pemilih ) ; Pilkada belum tentu menghasilkan pemimpin yang dapat memerintah secara efektif ( BBM langka, listrik sulit, kebutuhan pokok naik, pekerjaan sulit, sekolah mahal ) ; Kandidat calon tidak ditentukan oleh peran partai, tetapi pada figur yang mungkin populer ? Konflik elite partai dan intrik politik seringkali terjadi yang terkadang menimbulkan konflik sosial dan pertentangan ? yang semuanya membuat pilkada berantakan ?

Pilkada dilihat dari tinjauan yang optimistik
Partisipasi pemilih yang rendah dalam pilkada bukan indikator berhentinya proses demokrasi ( contoh : AS, 50%-60% pemilih yang datang ke tempat pencoblosan Presiden, tapi pemimpin yang terpilih dapat memerintah dengan efektif ) à mungkin saja karena faktor logistik atau kurangnya sosialisasi, bukan karena kesadaran/apatisme masyarakat atau indikasi mosi tidak percaya ; Kalau figur kandidat lebih menentukan daripada parpol itu berarti calon pemimpin dalam demokrasi datang lebih luas daripada hanya sekedar kader parpol, yang sekaligus bagi parpol dapat membuka diri bagi tokoh independen ; Tidak perlu ada kekhawatiran jika nantinya kepala daerah akan menjadi tawanan DPRD hanya karena dicalonkan dari partai kecil, karena amanat konstitusi kita mendudukkan posisi ‘chek and balance’ antara eksekutif dan legislatif, justru hal ini akan menajamkan posisi itu dalam menghindari proses KKN ; Jika saat ini terjadi intrik dan konflik politik di kalangan partai politik, ini adalah hal yang lumrah dalam masa transisi menuju kematangan politik rakyat, tidak ada lagi dominasi, karena akan banyak intrik jika ternyata salah ; Jadi : “ Tidak Ada Masalah dengan Pilkada Saat Ini “, semua kekurangan yang ada jangan dijadikan alasan untuk membunuh karakter demokrasi. Tanpa demokrasi bangsa ini akan semakin terpuruk.

“ Perdebatan, saling bantah, warna kegembiraan dan kesedihan, optimisme dan pesimisme publik atas pilkada adalah perbedaan respons yang biasa bagi sebuah bangsa yang baru pertama kali mempraktekkan pemilihan langsung “

Demokrasi Tanpa Pranata ?

Permasalahan yang dihadapi negara transisi (termasuk Indonesia) adalah waktu untuk menyusun pranata-pranata demokrasi seringkali begitu pendek sehingga para penggerak pro demokrasi harus secepat mungkin meruntuhkan pranata lama yang otoriter sembari membangun pranata demokratis yang baru. Dan hal ini bukanlah pekerjaan mudah dan singkat, bahkan mungkin berkepanjangan (protracted transition countries / negara transisi berkepanjangan). Banyak tantangan yang dihadapi, oleh karena itu dibutuhkan dukungan penuh dari pegiat pro demokrasi untuk meruntuhkan aturan main lama dan sekaligus membangun aturan main yang baru dengan membangun pranata maupun pengisian substansi demokrasi melalui sosialisasi kultur demokrasi. Proses demokratisasi yang ideal adalah membangun konstruksi/pranata demokrasi dan mengisinya dengan berbagai substansi demokrasi. Sedangkan demokratisasi yang terjadi saat ini kecenderungannya adalah membangun ruang demokrasi di antara konstruksi/pranata otoriter (Kevin Hewison). Jadi demokrasi tidak pernah merupakan suatu kondisi ideal yang permanen, tetapi harus diperjuangkan, dipelihara dan dipertahankan.